TUMBUH kembang anak tak lepas dari bagaimana orangtua mendidiknya. Pendidikan pun bisa dimulai dari hal yang sederhana. Seperti membiasakannya membaca buku cerita.
Banyak manfaat yang bisa didapat dari kebiasaan membaca. Untuk itu, menumbuhkan minat membaca ada baiknya dilakukan secara dini. Kendati hal tersebut bukanlah sesuatu yang bisa cepat dilakukan, para orangtua haruslah sadar akan manfaat yang didapat dari membaca buku sehingga minat baca pada anak ditanamkan sejak dini.
Psikolog keluarga dari Kasandra & Associates, Kasandra Putranto Mpsi, menuturkan, baik anak-anak maupun dewasa yang membaca buku, akan mengetahui bahwa selain sebagai jendela dunia, buku juga bisa menjadikan pikiran dan wawasannya terbuka.
"Untuk menanamkan minat baca pada anak, orangtua bisa melakukannya dengan memilihkan buku yang cocok dan sesuai dengan umur, perkembangan jiwa si anak tersebut, juga ketertarikan pribadi mereka masing-masing," ujar psikolog lulusan Universitas Indonesia ini.
Buku yang mendidik, Kasandra menyebutkan, adalah buku yang bisa menjadi sumber pengetahuan sekaligus memberikan wawasan kepada si pembaca. Buku yang mendidik untuk anak, bisa dipilih buku yang menarik untuk dibaca, misal buku petualangan.
Untuk anak 2 tahun, bisa dipilih buku petualangan si Kancil yang bisa diceritakan orangtua. Untuk anak yang sudah bisa membaca, buku-buku petualangan dengan memecahkan misteri bisa menjadi pilihan tepat.
"Dalam jiwa setiap anak, mereka memiliki keinginan untuk berpetualang, karena dalam berpetualang, anak bisa mengeksplorasi sesuatu. Umumnya, anak yang masih kanak-kanak, terutama yang sudah duduk di usia sekolah dasar, sangat suka berpetualang," tutur psikolog yang disibukkan dengan mengisi berbagai acara dan menjadi narasumber di berbagai media.
Kasandra menuturkan, sebuah buku yang memiliki cerita dalam bentuk berpetualang banyak memberikan manfaat yang positif. Dengan berpetualang, di antaranya anak akan terlatih keterampilan motoriknya.
"Di sini mereka akan diajarkan trik-trik yang akan mereka temukan sendiri sehingga motorik anak akan terlatih," ucap Kasandra dalam acara talk show "Pengaruh Buku Petualangan Fantasi terhadap Pola Pikir Anak", dengan ulasan khusus buku Ulysses Moore di Pasific Place, Jakarat, baru-baru ini.
Kasandra mengatakan, membaca buku petualangan juga berfungsi sebagai perangsang rasa ingin tahu anak, melatih kreativitas, dan memberikan pengalaman. "Pengalaman adalah sesuatu yang membekas pada anak," kata psikolog yang mengambil pelatihan hipnoterapi dan terapi kejiwaan di RSPAD Gatot Subroto ini.
Dengan membaca buku yang berceritakan tentang petualangan, maka akan memengaruhi pola pikir anak dan membantu anak untuk dapat mengembangkan kemampuan mereka menjadi pribadi yang lebih mandiri, peduli, dan kreatif. "Bahkan, dengan membaca buku petualangan yang menarik untuk mereka, maka akan berpengaruh pada kreativitasnya dan menjadikan anak mempunyai jiwa pemimpin," sebut Kasandra.
Pemilihan buku petualangan tepat dijadikan sebagai buku yang ceritanya mengandung unsur pendidikan atau mendorong imajinasinya yang juga memiliki pengaruh visualisasi dan bisa berdampak terhadap imajinasi anak.
Seorang anak harus memiliki imajinasi karena baik untuk perkembangan pertumbuhan mereka. Dengan membaca buku petualangan, maka inisiatif anak pun akan muncul, kemampuan memecahkan masalah akan bertambah dan juga memiliki kemampuan matematika yang baik. Biasanya tekateki dalam buku petualangan pun menggunakan hitung-hitungan, misal memecahkan kode. "Semakin rumit isi cerita, maka semakin pintar si anak," tandasnya.
Terlebih lagi jika ada beberapa sisipan istilah asing dalam buku ceritanya yang membuat anak tertantang untuk belajar bahasa asing tersebut, misal bahasa Inggris. Untuk aplikasi manfaat buku, orangtua bisa melakukannya dengan menceritakan ulang secara ringkas, seperti apa isi buku, dan tanyakan apakah buku tersebut menarik untuk mereka.
"Menceritakan ulang isi buku, juga bisa untuk mencegah jangan sampai anak salah membaca pesan yang ada dalam buku. Dan yang perlu diingat bagi orangtua terutama ibu, jika ingin menanamkan minat membaca pada anak, maka orangtua pun harus menjadi role model, menjadi tokoh yang bisa ditiru atau dicontoh. Selain itu, jangan pernah memaksa anak untuk suka membaca.
"Ibu adalah arsitek keluarga. Tanamkan bahwa anak punya minat membaca. Jangan berharap anak suka membaca buku jika orangtuanya hanya suka menonton sinetron tanpa mencontohkan bahwa membaca buku itu adalah kebiasaan yang baik," paparnya.(Koran SI/Koran SI/tty)
SUMBER:
http://lifestyle.okezone.com/read/2009/12/17/196/285903/196/buka-jendela-lewat-buku-cerita























0 komentar:
Poskan Komentar