Sabtu, 07 November 2009

Bilingual sejak dini

Berawal dari baca postingan temen di wall FB.. (antara bunda hawin n bunda ria).. Soal pengajaran bilingual untuk anak dimulai dari usia berapa dan gimana cara ngajarin nya. Q jadi penasaran juga (yah.. walau Q msh single apalagi blm punya anak). Maybe Q bisa ajarin ponakan-ponakan Q kan.

Q coba ubek-ubek di google.. Dan dapetlah artikel menarik
Maybe sedikit membantu para bunda neh.

TEMPO Interaktif, Jakarta - Memiliki buah hati yang bisa cas-cis-cus dalam bertutur pada saat usia masih dini pastinya menjadi kebanggaan tersendiri bagi setiap orang tua. Apalagi jika mahir dalam berbahasa asing, serasa mendapat anugerah yang berlipat. Fenomena cas-cis-cus dua bahasa memang tengah marak dalam masyarakat Indonesia. Selain kedok untuk membekali anak agar masa depan lebih cerah, isu persaingan global menjadi alasan para orang tua berlomba berburu mencari sekolah bilingual.

Seperti yang dilakukan oleh Nindy, 28 tahun, terhadap putri pertamanya yang berusia tiga tahun. "Aku masukin Lala (putrinya) ke preschool yang bilingual. Biar terbiasa berbicara dalam bahasa Inggris sejak kecil," ujar wanita yang tengah mengandung anak kedua ini. Bahkan saat kehamilannya sekarang ini, Nindy sering mengajak janinnya ngobrol dalam bahasa asing dan Indonesia.

Ya, bahasa asing, terutama bahasa Inggris, saat ini memang menjadi persyaratan di dunia kerja. Bahkan sering dibilang menjadi bahasa ibu kedua di Indonesia. Namun, apakah sedemikian darurat, sehingga kudu menyekolahkan buah hati di sekolah bilingual sejak dini? Psikolog Dr Rosemini A.P., Mpsi, mengatakan mahir menggunakan berbagai bahasa pada usia dini memang menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi setiap orang tua. Namun, yang perlu diingat oleh para orang tua adalah setiap anak memiliki tingkat kecerdasan yang berbeda, yang tentunya dipengaruhi oleh asupan nutrisi selama dalam kandungan.

"Kecerdasan bahasa memang membantu anak memahami informasi atau instruksi yang disampaikan," kata Bunda Romi, begitu dia akrab dipanggil, dalam talkshow di sela-sela acara Smart Adventure Enfa A+ di Mal Taman Anggrek, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Namun, di menambahkan, alasan tersebut tak lantas menjadi dalih kuat bagi para orang tua untuk berbondong-bondong memasukkan si kecil ke preschool yang memiliki standar internasional--cuma demi alasan agar di anak bisa menguasai bahasa asing sejak dini. Menurut psikolog bertubuh mungil ini, preschool dengan standar internasional yang menggunakan dua bahasa pengantar, yakni Indonesia dan Inggris, belum tentu tepat bagi si kecil.

"Para ibu terkadang tidak memperhatikan apakah si kecil sudah siap atau belum. Para ibu cuma berpikir anaknya pintar bahasa asing," ujarnya. "Alhasil anak malah bingung karena ada perasaan terpaksa pada diri mereka," dia menambahkan.

Untuk memasukkan buah hati ke sekolah bilingual, ada beberapa aspek yang harus diperhatikan oleh para orang tua, seperti usia dan kemampuan anak. Pada dasarnya, anak akan lebih mudah menggunakan bilingual apabila si anak telah menguasai bahasa ibu. Bahkan, menurut peneliti Dr Paul Thompson, otak berkembang mengikuti pola tertentu: pada usia 3-6 tahun perkembangan otak di bagian depan dan usia 6-13 tahun pada otak bagian belakang yang berkembang. "Usia 6-13 tahunlah yang paling efektif untuk belajar bahasa, terutama untuk second language," kata Bunda Romi.

Spesialis gizi klinik, Dr Fiastuti Witjaksono, SpG(K), menambahkan, nutrisi yang tepat dan optimal juga sangat menentukan perkembangan kecerdasan anak. Untuk itu, para ibu sebaiknya memperhatikan asupan gizi yang diberikan kepada buah hati, seperti kandungan karbohidrat, protein hewani dan nabati, lemak, vitamin, mineral, serta nutrisi lain untuk perkembangan kecerdasan anak, di antaranya DHA, kolin, dan prebiotik (FOS & GOS) serta mikronutrien. Utamanya asupan di atas untuk anak usia anak bawah lima tahun. Para ibu harus tahu benar dalam memberikan nutrisi ke anak. "Pada usia satu tahun, anak cenderung pasif. Jadi ibu yang harus berperan aktif," ujarnya.

Selain usia dan kemampuan anak, persiapan orang tua dalam berbahasa asing menjadi syarat mutlak dalam membantu melancarkan perkembangan bahasa anak. "Kalau orang tua di rumah tidak pernah menggunakan bahasa asing, ya sama aja bohong. Anak pasti akan lupa juga," ujarnya.

Menurut Bunda Romi, sekolah bilingual itu sangat penting diberikan buat anak yang terlahir dari orang tua yang berbeda bangsa. Atau anak yang tinggal di negara lain dengan bahasa yang berbeda. "Orang tua jangan memaksakan gayanya kepada anak. Jangan hanya karena gengsi dalam memilih preschool," tuturnya.

Tip Mencari Prasekolah

- Pilih sekolah yang mempunyai guru tidak keluar-masuk, sehingga ada kedekatan antara anak dan guru.
- Cari sekolah yang memiliki banyak kegiatan luar ruang dan aktivitas bermain. Jangan terlalu banyak kurikulum.
- Cari sekolah yang menerapkan sistem tidak jauh berbeda dengan sistem yang diterapkan di rumah.

Manfaat Kecerdasan Bahasa bagi Anak

- Membantu anak memahami informasi atau instruksi yang disampaikan.
- Membantu anak berkomunikasi dengan lingkungan, baik lisan maupun tulisan.
- Menghindari terjadinya kesalahpahaman.
- Bisa menikmati karya bahasa (membaca buku cerita).
- Bisa mengikuti hiburan lisan (memahami dongeng, cerita, puisi, bahkan humor yang disampaikan orang lain).

S. IKA SARI

SUMBER:

http://www.tempointeraktif.com/hg/hobi/2009/08/10/brk,20090810-191697,id.html



0 komentar:

Poskan Komentar